SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BELAJAR
Kelas : VIII A
Semester/Tahun : II/2011-2012
Waktu Pelaksanaan : Rabu, 13 Maret 2012
Alokasi Waktu : 1 X 45 menit
Tempat : Ruang Kelas VIIIA
Layanan/ Bidang Bimbingan : Penguasaan Konten/ Bimbingan Belajar
Judul/ Spesifikasi Layanan : Meningkatkan Daya Ingat dalam Belajar
Fungsi Layanan : Pengembangan
A. Tujuan (Khusus)
· Siswa dapat meningkatkan daya ingat dalam belajar
· Siswa dapat mengaplikasikan meningkatkan daya ingat dalam belajar dalam kehidupan sehari-hari
B. Materi Layanan : Terlampir (Meningkatkan daya ingat dalam belajar)
C. Metode : Permainan, Tanya jawab, Ceramah
D. Kegiatan Awal :
Ø Mengucapkan salam, berdoa, memeriksa situasi dan kondisi kelas, memeriksa kehadiran siswa
Ø Melakukan kegiatan appersepsi Menginformasikan materi yang akan dibahas serta permainan yang akan dipraktekkan
Ø Menjelaskan tujuan penyampaian materi serta permainan yang akan dipraktekkan kepada siswa
Kegiatan Inti
2. Eksplorasi
Ø Guru pembimbing menjelaskan pedoman permainan “Daya Ingat”
3. Elaborasi
Ø Siswa mengikuti pedoman permainan dan melaksanakan kegiatan permainan “ Daya Ingat”
Ø Melakukan tanya jawab antara guru pembimbing dengan siswa berkaitan dengan makna permainan “ Daya Ingat”
Ø Guru pembimbing menyampaikan materi tentang “Meningkatkan daya ingat dalam belajar”
4. Konfirmasi
Ø Guru pembimbing memberikan umpan balik terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi.
Kegiatan Akhir
Ø Beberapa siswa diminta menyampaikan manfaat yang diperoleh setelah menerima layanan.
Ø Guru pembimbing menyampaikan harapan setelah siswa menerima layanan
E. Alat dan Media : Kertas Hvs ( digunakan untuk permainan)
F. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut
v Penilaian Proses:
Ø Guru pembimbing mengobservasi proses kegiatan pada saat layanan diberikan
v Penilaian Hasil
· Penilaian Laiseg
Ø Menilai berapa banyak siswa yang berhasil didalam mempraktekkan permainan “Daya Ingat”?
· Penilaian Laijapen
Ø Memberikan latihan kembali pada siswa yang tidak berhasil didalam melakukan permainan “ Daya Ingat”
· Penilaian Laijapang
Ø Memantau perkembangan siswa yang tidak berhasil didalam melakukan permainan “ Daya Ingat”
v Tindak Lanjut
Ø Memberikan layanan konseling pada siswa yang membutuhkan atau dipandang perlu mendapatkannya
G. Keterkaitan Layanan dengan Kegiatan Pendukung : Himpunan Data
H. Sumber
Ø http://devit1104.blogspot.com/2009/04/top-10-makanan-untuk-meningkatkan-daya.html
I. Biaya : Rp 5.000,- (Untuk pembelian kertas HVS)
J. Catatan Khusus :-
Mengetahui Salatiga, 06 Maret 2012
Kepala Sekolah Perencana Layanan
Drs. Lutfi Hidayat, M.Pd, (…………..)
Lampiran 1
Meningkatkan Daya Ingat dalam Belajar
Lupa adalah sesuatu yang manusiawi dan wajar kita alami. Tetapi, kalau terus menerus lupa mengingat materi pelajaran? Wah, bisa repot juga. Apalagi, jika tengah mempersiapkan diri menghadapi ujian. Daya ingat merupakan hal yang paling pokok sebagai modal kita menjalani hidup ini yang penuh dengan berbagai persoalan. Bayangkan saja, kita memiliki begitu banyak persoalan dan begitu banyak hal yang perlu kita ingat setiap saat. Apabila daya ingat kita termasuk kategori lemah, maka hal itu akan menyebabkan kita pada kondisi yang mengkhawatirkan. Mengapa? Karena apabila daya ingat kita lemah, maka berbagai persoalan dan berbagai hal yang perlu kita ingat, akan menjadi berantakan, tidak ada prioritas apalagi solusi.
- Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi daya ingat antara lain :
Ø Makanan
Penelitian yang dilakukan dalam bidang nutrisi, pengobatan, penyembuhan alami dan hubungan otak dan tubuh dalam beberapa decade terakhir telah membuktikan pentingnya peranan makanan terhadap fungsimental. Sejumlah penelitian mendukung klaim bahwa gizi yang buruk berdampak pada kemampuan belajar dan ingatan. Selain dari hal yang sudah jelas - bahwa apabila merasa, sehat, konsentrasi akan semakin baik– agar dapat berfungsi optimal, otak membutuhkan arus energi yang stabil. Energi tersebut bersumber dari energi makanan.
Ø Tidur
Kurang tidur dapat mengganggu konsentrasi, penilaian, kecepatan reaksi, dan kemampuan mengingat. Ini terbukti ketika harus mengingat informasi yang kompleks. Demikian kesimpulan penelitian di universitasde lille, Prancis. Pikiran bergantung pada tidur untuk mengoptimalkan kemampuan ingatan.
Ø Olahraga
"Tubuh yang malas menimbulkan otak yang malas" Kata Dr.Bruce Tuckman, Profesor penelitian pendidikan di universitas Florida. Sejumlah penelitian menyimpulkan bahwa olahraga teratur meningkatkan kinerja mental. Hal ini berdasarkan penelitiannya yang menemukan bahwa anak-anak sekolah yang mengikuti program lari pagi selama lima belas minggu mendapatkan hasil lebih baik dalam tes kreatifitas daripada anak yang tidak mengikuti olahraga.
Ø Suasana Hati
Jika seseorang merasa lelah secara fisik atau mental, kemampuan konsentrasinya akan terganggu. Hubungan sederhana antara suasana hati dan ingatan menjadi penting jika melihat banyak orang yang mengalami kelelahan kronis, penyakit atau depresi. Masalah ini jika dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan kurangnya minat sehingga akhirnya adalah kemunduran dan penutupan diri dari lingkungan yang potensial peningkatan ingatan. Jadi depresi, kelelahan, stress akan mengurangi fungsi optimal ingatan.
Ø Obat dan alcohol
Setiap zat yang masuk ke tubuh mempunyai efek pada otak.Dokter bedah saraf. Arthur Winter mendiskripsikan potensi, efek samping obat mulai dari obat penenang, anti depresi, anti hipertensi terbukti dapat menyebabkan gangguan mental dan gejala mirip Alzheimer. Badan penanggulangan kecanduan alkohol Amerika mengklaim bahwa meskipun dalam dosis rendah alkohol dapat mengurangi kemampuan sel otak yang terlibat dalam proses ingatan
Bagi anda dan Sobat Yang memilliki Kekurangan dalam daya Pikir dan daya Ingat sebaiknya mencoba membeli Makanan yang dijuluki “Brain Food” ini diyakini dapat merangsang pertumbuhan sel-sel otak, memperbaiki fungsinya, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi berpikir anak-anak.
1.Salmon
Ikan berlemak seperti salmon merupakan sumber terbaik asam lemak omega-3 - DHA and EPA - yang keduanya penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak. Riset terbaru juga menunjukkan bahwa orang yang memperoleh asupan asam lemak lebih banyak memiliki pikiran lebih tajam dan mencatat hasil memuaskan dalam uji kemampuan.
2.Telur
Telur dikenal sebagai sumber penting protein yang relatif murah dan harganya cukup terjangkau. Bagian kuning telur ternyata padat akan kandungan kolin, suatu zat yang dapat membantu perkembangan memori atau daya ingat.
3. Selai Kacang
Kacang tanah (peanut) dan selai kacang merupakan salah satu sumber vitamin E. Vitamin ini merupakan antioksidan yang dapat melindungi membran-membran sel saraf. Bersama thiamin, vitamin E membantu otak dan sistem saraf dalam penggunaan glukosa untuk kebutuhan energi.
4.Gandum
Otak membutuhkan suplai atau sediaan glukosa dari tubuh yang sifatnya konstan. Gandum murni memiliki kemampuan untuk mendukung kebutuhan tersebut. Serat yang terkandung dalam gandum murni dapat membantu mengatur pelepasan glukosa dalam tubuh. Gandum juga mengandung vitamin B yang berfungsi memelihara kesehatan sistem syaraf.
5.Oat/Oatmeal
Oat merupakan salah satu jenis sereal paling populer di kalangan anak-anak dan kaya akan nutrisi penting bagi otak. Oat dapat menyediakan energi atau bahan bakar untuk otak yang sangat dibutuhkan anak-anak mengawali aktivitasnya di pagi hari. Kaya akan kandungan serat, oat akan menjaga otak anak terpenuhi kebutuhannya di sepanjang pagi. Oat juga merupakan sumber vitamin E, vitamin B, potassium dan seng — yang membuat tubuh dan fungsi otak berfungsi pada kapasitas penuh.
6.Berry
Strawberry, cherry, blueberriy dan blackberry. Secara umum, semakin kuat warnanya, semakin banyak nutritisi yang di kandungnya. Berry mengandung antioksidan kadar tinggi, khususnya vitamin C, yang berfaedah mencegah kanker. Beberapa riset menunjukkan mereka yang mendapatkan ekstrak blueberry dan strawberry mengalami perbaikian dalam fungsi daya ingatnya. Biji dari buah berri ini juga ternyata kaya akan asam lemak omega-3.
7.Kacang-kacangan
Kacang adalah makanan spesial sebab makanan ini memiliki energi yang berasal dari protein serta karbohidrat kompleks. Selain itu, kacang kaya akan kandungan serat, vitamin dan mineral. Kacang juga makanan yang baik untuk otak karena mereka dapat mempertahankan energi dan kemampuan berpikir anak-anak pada puncaknya di sore hari jika dikonsumsi saat makan siang. Menurut hasil penelitian, kacang merah dan kacang pinto mengandung lebih banyak asal lemak omega 3 daripada jenis kacang lainnya — khususnya ALA - jenis asal omega-3 yang penting bagi pertumbuhan dan fungsi otak .
8.Sayuran
Tomat, ubi jalar merah, labu, wortel, bayam adalah sayuran yang kaya nutrisi dan sumber antioksidan yang akan membuat sel-sel otak kuat dan sehat.
9.Susu/Yogurt
Makanan yang berasal dari produk susu mengandung protein dan vitamin B tinggi. Dua jenis nutrisi ini penting bagi pertumbuhan jaringan otak, neurotransmitter dan enzim. Susu dan yogurt juga bisa membuat perut kenyang karena kandungan protein dan karbohidratnya sekaligus menjadi sumber energi bagi otak. Penelitian terbaru mengindikasikan bahwa anak-anak dan remaja membutuhkan lebih banyak vitamin D bahkan 10 kali dari dosis yang direkomendasikan. Vitamin D adalah vitamin yang juga penting bagi sistem saraf otot dan siklus hidup sel-sel manusia secara keseluruhan.
10. Daging Sapi tanpa Lemak
Zat besi adalah jenis mineral esensial yang akan membantu anak-anak tetap berenergi dan berkonsentrasi di sekolag. Daging sapi tanpa lemak adalah salah atu sumber makanan yang mengandung banyak zat besi. Dengan hanya mengonsumsi 1 ons per hari, maka tubuh Anda akan terbantu dalam penyerapan zat besi darai sumrbe lainnya. Daging sapi juga mengandung mineral seng yang dapat membantu memelihara daya ingat.
C. Tips meningkatkan daya ingat belajar.
Sebagai informasi, beberapa strategi di bawah ini telah diterapkan dalam literatur psikologi kognitif. Strategi ini menawarkan sejumlah cara yang bagus untuk meningkatkan daya ingat dan retensi informasi.
1. Fokuskan perhatian Anda pada materi yang Anda pelajari
Perhatian adalah salah satu komponen utama dari memori. Agar sebuah informasi pada ingatan Anda berpindah dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang, ada cara yang bisa dilakukan. Apa itu? Cobalah untuk belajar di tempat yang bebas dari gangguan, seperti televisi, musik, atau hiburan lainnya.
2. Hindari belajar dengan sistem 'kebut semalam'
Belajarlah secara teratur. Penelitian menunjukkan bahwa dengan sistem belajar yang teratur akan membuat seseorang dapat mengingat materi pembelajaran lebih baik dan lebih panjang daripada mereka yang menggunakan sistem 'kebut semalam', dengan waktu yang sangat terbatas.
3. Susun dan atur setiap informasi yang Anda pelajari
Para peneliti menemukan bahwa setiap informasi telah diatur dalam memori dan sudah dikelompokkan. Gunakan memori itu untuk menata dan mengorganisasi materi yang Anda pelajari. Cobalah mengelompokkan bagan-bagan atau istilah-istilah secara bersamaan pada catatan Anda.
4. Memanfaatkan perangkat memonik
Perangkat memonik merupakan alat untuk membantu ingatan/menghafal informasi. Perangkat ini juga menjadi teknik yang sering digunakan oleh siswa untuk membantu mengingat. Sebagai contoh, Anda mungkin mengasosiasikan istilah yang perlu Anda ingat dengan benda yang akrab dengan Anda. Misalnya, dengan syair, lagu, atau lelucon tertentu.
5. Menguraikan dan melatih lagi setiap informasi yang sudah Anda pelajari
Untuk mengingat suatu informasi, Anda perlu untuk mengkodekan apa yang telah Anda pelajari ke dalam memori jangka panjang. Salah satu teknik pengkodean paling efektif dikenal sebagai latihan elaboratif. Contoh dari teknik ini adalah dengan mencari kata kunci dari sebuah definisi. Mempelajari definisi tersebut, kemudian membaca penjelasannya secara lebih rinci. Ulangi proses ini beberapa kali, maka daya ingat Anda akan jauh lebih baik.
6. Menghubungkan informasi baru dengan hal-hal yang sudah Anda ketahui
Ketika Anda sedang mempelajari bahan asing, luangkan waktu untuk menghubungkan informasi tersebut dengan hal-hal yang sudah Anda ketahui. Dengan menghubungkan ide yang baru dengan ingatan sebelumnya, Anda bisa secara tak diduga mengembangkan kemungkinan mengingat informasi yang baru dipelajari.
7. Visualisasikan informasi untuk meningkatkan daya ingat
Banyak orang mendapatkan keuntungan besar dari memvisualisasikan informasi yang mereka pelajari. Perhatikan foto, grafik, atau gambar dalam buku teks Anda. Jika Anda tidak ada, buatlah sendiri. Gambarlah grafik atau bagan di pinggir catatan Anda. Gunakan stabilo atau pena berwarna pada kelompok yang terkait dengan materi Anda.
8. Mengajarkan konsep belajar baru kepada orang lain
Penelitian menunjukkan bahwa dengan mengeraskan suara pada saat belajar akan meningkatkan daya ingat. Pendidik dan psikolog juga menemukan bahwa siswa yang mengajarkan belajar dengan konsep baru kepada orang lain akan meningkatkan pemahaman dan daya ingat. Anda dapat menggunakan pendekatan ini dalam proses belajar Anda.
9. Memberikan waktu ekstra pada bagian yang sulit
Pernahkah Anda merasa bahwa mengingat sebuah informasi di awal dan di akhir kadang-kadang lebih mudah? Para peneliti telah menemukan bahwa urutan informasi dapat berperan dalam proses mengingat.Hal ini dikenal sebagai efek posisi serial.
Sementara, mengingat informasi di tengah lebih sulit. Anda dapat mengatasi masalah ini dengan menghabiskan waktu ekstra pada informasi ini. Strategi lain adalah dengan mencoba restrukturisasi informasi sehingga akan lebih mudah untuk diingat. Bila Anda menemukan bagian yang sangat sulit, curahkan waktu ekstra untuk menghafal informasi tersebut.
10. Variasikan rutinitas studi Anda
Banyak cara untuk meningkatkan daya ingat Anda, yaitu dengan sesekali mengubah rutinitas belajar. Jika Anda terbiasa untuk belajar pada lokasi tertentu, coba pindah ke tempat yang berbeda pada sesi belajar berikutnya. Misalnya, jika Anda belajar di malam hari, cobalah menghabiskan beberapa menit di pagi hari untuk meninjau informasi yang telah Anda pelajari pada malam sebelumnya. Dengan menambahkan unsur baru pada sesi belajar ini, Anda dapat meningkatkan efektivitas secara signifikan dalam upaya Anda untuk meningkatkan daya ingat Anda dengan jangka panjang.
Daftar Pustaka
http://devit1104.blogspot.com/2009/04/top-10-makanan-untuk-meningkatkan-daya.html
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2197592-pengertian-daya-ingat/
Lampiran 2
Pedoman Permainan
Nama Permainan : Lupa-lupa Ingat
Tujuan Permaianan
v Mengetahui daya ingat dari masing-masing individu
Langkah-langkah dalam Permainan
v Masing-masing siswa diberikan kertas yang bertuliskan 30 kata,
v Siswa diminta untuk menghafalkan dalam waktu 5menit,
v Kertas yang bertuliskan 30 kata diambil,
v Siswa diminta untuk menuliskan kembali 30 kata tersebut dalam kertas kosong yang telah disediakan,
v Hitung berapa banyak kata yang dapat dihafal oleh masing-masing siswa,
v Semakin banyak kata yang di hafal, semakin baik daya ingat seseorang.
Kata yang dihafal
No.
|
Kata
|
No.
|
Kata
|
No.
|
Kata
|
1.
|
Aku
|
11.
|
Surakarta
|
21.
|
Jebres
|
2.
|
Saya
|
12.
|
Kartosura
|
22.
|
Gambir
|
3.
|
Kamu
|
13.
|
Jogjakarta
|
23.
|
Ambarawa
|
4.
|
Dia
|
14.
|
Jakarta
|
24.
|
Balapan
|
5.
|
Jeruk
|
15.
|
Bandung
|
25.
|
Palapa
|
6.
|
Apel
|
16.
|
Patimura
|
26.
|
Belanda
|
7.
|
Mangga
|
17.
|
Hasanudin
|
27.
|
Inggris
|
8.
|
Porwodadi
|
18.
|
Sudirman
|
28.
|
Jerman
|
9.
|
Semarang
|
19.
|
Kartini
|
29.
|
Swedia
|
10.
|
Boyolali
|
20.
|
Argolawu
|
30.
|
Irlandia
|
Selamat MengerjakanJ
Lampiran 3
Pedoman Tanya Jawa
- Apa nama permainan yang telah dipraktekkan?
- Apa makna dalam permainan tersebut?
- Apa yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan daya ingat?
- ( Tanya jawab dapat dikembangkan)
Lampiran 4
Pedoman Observasi
Aspek yang diamati
|
Jumlah
|
Siswa yang mengobrol saat materi disampaikan
|
|
Siswa yang antusias mengikuti permainan
|
|
Siswa yang aktif dalam bertanya
|
|
Siswa yang aktif dalam menjawab pertanyaan
|
|
Siswa yang belum berhasil dalam melakukan permainan
|
|
LAPORAN PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR
Judul/Spesifikasi Layanan : Meningkatkan daya ingat dalam belajar
Kelas : VIII A
Waktu Pelaksanaan : Rabu, 13 Maret 2012
Hasil
Kegiatan awal
Pada saat guru pembimbing memasuki ruang kelas siswa tampak letih dan kurang semangat. Terdapat beberapa kemungkinan yang menyebabkan siswa tampak letih dan kurang bersemangat, antara lain: Suhu udara kelas yang panas, Siswa capai karena sebelumnya siswa mengikuti pelajaran Olah Raga. Ketika guru pembimbing mengucapkan salam hanya beberapa siswa yang menjawab salam dengan semangat. Oleh karena itu sebelum menginjak pada materi siswa diberikan permainan dengan tujuan agar siswa dapat melebur dan antusias dalam mengikuti layanan. Permainan yang dipilih adalah jenis permainan yang berkaitan dengan daya ingat sesuai dengan materi yang akan disampaikan.
Kegiatan inti
Kegiatan inti diawali dengan penjelasan teknik permainan. Siswa menjadi lebih bersemangat ketika guru pembimbing memberitahukan bahwa siswa akan diajak untuk melakukan permainan. Setelah penjelasan teknik permainan, siswa diminta mempraktekkan secara lagsung, siswa terlihat antusias ketika mengikuti permainan. Pada waktu proses permaian banyak siswa yang dapat mengikuti permainan dengan baik. Namun ada beberapa yang kurang dapat mengikuti permainan dengan baik. Setelah dilakukan permainan siswa diajak untuk Tanya jawab tentang permainan yang dilakukan. Siswa terlihat aktif didalam proses Tanya jawab, banyak siswa yang dapat menjawab pertanyaan dengan benar dan beberapa siswa aktif dalam bertanya. Setelah Tanya jawab materipun disampaikan, karena sebelumnya telah dilaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan materi, siswapun tidak mengalami kesulitan didalam memahami materi yang disampaikan. Suasana ketika layanan diberikan terasa efektif dan menyenangkan.
Kegiatan akhir
Menginjak kegiatan akhir beberapa siswa diminta untuk menyampaikan manfaat dari kegiatan yang dilakukan, siswa yang ditunjuk dapat menyampaikan dengan baik. Selanjutnya guru pembimbing menyampaikan harapan, tujuan agar siswa dapat lebih paham tentang maksud dan tujuan guru pembimbing memberikan layanan tentang Meningkatkan Daya Ingat dalam Belajar.
Hasil penilaian proses
Penilaian proses dilakukan dengan metode observasi. Didapatkan hasil sebagai berikut:
Hasil Observasi
Aspek yang diamati
|
Jumlah
|
Siswa yang mengobrol saat materi disampaikan
|
2
|
Siswa yang antusias mengikuti permainan
|
35
|
Siswa yang aktif dalam bertanya
|
5
|
Siswa yang aktif dalam menjawab pertanyaan
|
6
|
Siswa yang belum berhasil dalam melakukan permainan
|
2
|
Hasil penilaian laiseg
Hasil dari penilaian laiseg, Sekitar 90% siswa dapat mengikuti permainan dengan baik. Banyak diantara siswa yang dapat menghafal kata dengan baik, hanya sedikit siswa yang memperoleh skor sedikit dalam mengahafal kata.
Hasil penilaian laijapen
Dari keseluruhan siswa, ada 5 siswa yang tidak dapat menghafal kata dengan baik. Siswa tersebut hanya dapat mengingat kata sejumlah 10. Pada pertemuan selanjutnya kelima siswa tersebut diajak untuk melakukan permainan yang sama seperti minggu sebelumnya. Hasilnya 3 siswa mengalami peningkatan dalam menghafal kata. 2 siswa lainnya hasilnya masih seperti minggu sebelumnya.
Hasil penilaian laijapang
Siswa yang belum berhasil dalam mengikuti permainan dipantau, apakah siswa tersebut memang memiliki daya ingat yang lemah. Selain dipantau, juga dilakukan kolaborasi dengan wali kelas apakah kedua siswa tersebut memanag memiliki daya ingat yang lemah. Hasilnya dari kedua siswa tersebut ada 1 siswa yang memang lemah dalam daya ingatnya. Yaitu AH.
Tindak lanjut
Mengadakan konseling dengan AH, dengan memanggil AH diruang BK Untuk diajak melakukan proses konseling individu.
SATUAN LAYANAN KONSELING INDIVIDU
Kelas : VIII A
Semester : II/2011-2012
Sasaran : AH (Laki-laki)
Layanan/ Bidang : Konseling individual/ Bimbingan belajar
Judul/spesifikasi layanan : Daya Ingat
Fungsi Layanan : Pengembangan
Tujuan Layanan : AH dapat meningkatkan daya ingat dalam belajar
Metode : Menggunakan terapi person-centered
Kegiatan Awal
· Penerimaan
· Menjelaskan pengertian konseling
· Menjelaskan asas konseling
· Pembatasan waktu dan pembatasan peran
Kegiatan Inti
Eksplorasi
- Pengungkapan masalah konseli
- Pembinaan hubungan secara terbuka dan jujur
Elaborasi
- Memparafasekan serta merefleksikan pernyataan
- Memberikan dukungan
Konfirmasi
- Mengungkapkan kembali masalah klien serta mengungkapkan kembali jalan keluar dari masalah
Rencana Penilaian dan tindak Lanjut
Mengamati antusias dan keterbukaan siswa
Memantau perkembangan siswa adakah perubahan pada sikap siswa
Mengadakan interview kepada siswa
Tindak Lanjut
- Mengadakan konseling individu lanjut apabila diperlukan.
Biaya : -
Sumber : Loekmono, Lobby. 2005. Tiga Model Konseling. Salatiga: Widya Sari Press
Catatan Khusus : -
Laporan Verbatim
Nama Konselor : Tri Harjani
Nama Klien : AH
Tanggal Konseling : 06 April 2012
Informasi mengenai Klien : AH berusia 16 tahun, anak ketiga dari lima bersaudara. Ayahnya bekerja di sebuah koperasi dan ibunya sebagai ibu rumah tangga. Kedua kakaknya sudah bekerja dan sudah berkeluarga sedangkan kedua adiknya masih sekolah. Kedua adiknya masih duduk dibangku SD kelas V dan kelas II. Berkaitan dengan masalah yang dihadapi AH tentang daya ingat, Sewaktu kelas VII AH termasuk anak yang cerdas terlihat dari hasil raportnya dia bisa masuk 5 besar. Namun menginjak kelas VIII prestasi AH menurun. Sempat waktu itu AH tidak masuk sekolah selama 4 hari dengan alasan sedang sakit tifus. Informasi AH saya dapatkan dari data yang saya himpun lewat wali kelas AH.
Perasaan-perasaan dan sikap saya sebelum sesi konseling : Saya merasa senang saat mengetahui AH bersedia menemui saya untuk saya ajak melakukan proses konseling. Ada kekhawatiran bahwa proses konseling tidak dapat berjalan dengan baik karena saya menilai AH sebagai anak yang pendiam, saya khawatir dia tidak mau menceritakan tentang masalahnya. Namun dibalik rasa khawatir tersebut saya yakin bahwa apabila saya dapat menjalin hubungan dengan baik kepada AH, dia akan mau secara terbuka menceritakan tentang masalahnya. Saya berharap dari waktu yang saya berikan selama 30 menit ini ada hasil yang diperoleh.
Berikut laporan verbatim dalam proses konseling selama 30 menit di ruang BK.
Konselor :“Selamat pagi AH.”
Konseli : “ Selamat pagi bu.”
Konselor : “ Silahkan duduk AH.”
Konseli : “ Terima kasih bu.”
Konselor :” Bagaimana kabar AH hari ini.”
Konseli : “ Kabar baik ibu,”
Konselor : “Sekarang AH masih sering ikut latihan basket, dulu ibu sering lihat kalau sore AH sering ikut latihan basket bersama teman-teman AH.”- Attending, pertanyaan terbuka
Konseli : “ Sekarang sudah jarang-jarang bu, kalau dulu saya sering ikut latihan,bu kalau boleh tahu ada apa saya dipanggil kesini.”
Konseor : ”Baik sebelumnya ibu akan menjelaskan mengapa AH ibu panggil kesini. Sebulan ini ibu mengamati tentang perkembangan kamu, yang berawal ketika ibu memberikan layanan tentang daya ingat, AH masih ingat?”
Konseli : “ Masih bu, saya masih ingat. Sebenarnya saya ingin bercerita tentang masalah ini bu, dan meminta saran maupun solusi dari masalah saya ini, tetapi saya malu dan takut jika nanti ada yang mendengar cerita saya ini.”
Konselor : “ Baik, Ibu mempunyai waktu 30 menit. Disini kita akan melakukan proses konseling. Tetapi sebelumnya ibu akan menjelaskan tentang apa itu proses konseling agar AH tidak rancu dalam mengartikannya. AH, proses konseling adalah proses wawancara antara ibu sebagai konselor dan kamu sebagai konseli guna membahas masalah AH dan mencari jalan keluar. Dalam proses konseling ibu tidak dapat memberikan saran maupun jalan keluar seperti yang AH minta tadi , tetapi mari kita bicarakan masalah AH secara bersama dan kemudian kita cari jalan keluarnya. Dalam proses konseling terdapat 4 asas. Salah satunya adalah asas kerahasiaan, dimana AH tidak perlu khawatir apabila masalah AH diketahui oleh orang lain karena ibu akan menjaga kerahasiaannya.”→penjelasan proses konseling, asas konseling, pembatasan waktu danpembatasan peran.
Konseli : “ Baikah kalau begitu bu, saya mau mengikuti proses konseling ini”
Konselor : “Baik AH, apakah sebelumnya ada yang ingin AH ceritakan kepada ibu?”
Konseli : “ Iya bu, saya sebenarnya sedang memiliki banyak masalah. Masalah tentang perubahan sikap belajar saya, masalah dengan keluarga saya serta masalah saya dengan teman-teman dekat saya.”
Konselor : “ Hmmmmm, iya.”→Penguatan minimal
Konseli : “ Masalah –masalah ini begitu membebani diri saya bu, terkadang saya menjadi tidak semangat dalam mengikuti pelajaran.”
Konselor : “ Nampaknya AH tidak nyaman dengan keadaan ini.”→ Parafrase
Konseli : “Benar bu, saya sangat tidak nyaman dengan keadaan ini. Terlebih masalah tentang perubahan sikap belajar saya, daya ingat saya.”
Konselor : “ Baiklah, dari masalah-masalah yang AH ceritakan tadi coba sekarang diceritakan lebih lanjut mengenai masalah belajar AH.”
Konseli : “Bu semester I yang lalu saya tidak masuk sekolah selama 4 hari dengan alasan sedang sakit tifus tapi sebenarnya saya bohong bu, saya sedang tidak sakit tifus melainkan saya jatuh terpeleset di kamar mandi, dan kepala bagian belakang saya terbentur dinding bak mandi. Saya sempat dilarikan ke rumah sakit. Dan dirawat inap selama dua hari setelah itu saya mengajak untuk pulang karena saya merasa sudah baikan dan dokter mengijinkannya.”
Konselor : “ Lalu, Hal apa yang membuat AH mengatakan sedang sakit tifus?” →Pengarahan
Konseli : “ Saya tidak mau merepotkan teman-teman bu, kalau teman-teman tahu saya jatuh pasti mereka akan menjenguk. Saya tidak ingin merepotkan mereka.”
Konselor : “ Apakah dengan berbohong semua akan selesai dan baik-baik saja?”
Konseli : “ Tidak bu, tidak akan saya ulangi kembali. Bu setelah terjatuhnya saya di kamar mandi saya sering merasa pusing, dan mengalami kesulitan untuk mengingat suatu hal. Daya ingat saya seperti melemah bu, Hal tersebut membuat saya menjadi malas untuk belajar.”
Konselor : “ Nampaknya AH sedang dalam keadaan yang tidak baik.”→Parafrase
Konseli : “ Benar bu, saya tidak tahu dengan keadaan saya sekarang ini, tidak tahu apa yang harus saya lakukan”
Konselor : “ Nampaknya AH sedang bingung.”→ Refleksi perasaan
Konseli : “ Benar bu.”
Konselor : “ Lalu apa yang AH harapkan sekarang?”
Konseli : “ Saya ingin seperti dulu bu, tidak sakit-sakitan seperti sekarang. Rasa sakit dikepala saya ini sangat mengganggu dalam belajar saya, terlebih ketika mengingat suatu hal sulit sekali bu.”
Konselor : “Baik AH, ibu dapat mengerti apa yang sedang kamu rasakan, apakah sudah menceritakan hal ini kepada orang tua AH?”
Konseli : “Belum bu, saya takut kalau saya menceritakan hal ini saya akan dimarahi oleh kedua orang tua saya.”
Konselor : “ Apakah dengan kamu tidak menceritakan hal ini kepada orang tua kamu, masalah ini akan selesei, ibu kira tidak. Orang tua tidak akan marah mendengar cerita anaknya ataupun masalah anaknya.”→ Mengubah kerangka pandang
Konseli : “ Benar juga ya bu.”
Konselor : “Lantas apa yang akan kamu lakukan?”
Konseli : “Saya akan menceritakan hal ini kepada ibu saya terlebih dahulu bu, biar ibu saya yang menceritakan masalah ini kepada bapak saya.”
Konselor : “ Benar AH, hal yang kamu lakukan ini adalah hal yang tepat, ibu setuju.”→ Penguatan/dukungan
Konseli : “ Iya bu, saya akan meminta orang tua saya untuk mengkonsultasikan masalah keluhan saya ini kepada dokter.”
Konselor : “Tepat AH itulah hal yang perlu kamu lakukan, baiklah AH tadi AH telah menceritakan masalah keluhan AH, tentang rasa sakit yang ada dikepala AH yang menyebabkan AH sekarang menjadi sulit untuk mengingat dan juga telah dicari jalan keluar secara bersama yaitu dengan menceritakan kepada orang tua dan mengajak orang tua dengan mengkonsultasikan kepada doker. Ibu rasa AH telah menemukan solusi dari masalah AH. Berhubung waktu sudah berjalan selama 30 menit dan seusai ini ibu akan rapat, kita akhiri pertemuan pada kali ini. Kita dapat melakukan pertemuan kembali minggu depan apabila permasalahan AH belum terselesaikan.→ Meringkas, Termination/pengakhiran
Konseli : ”Baik ibu, terima kasih ibu telah bersedia mendengarkan masalah saya ini, kalau begitu saya pamit permisi dulu. “
Konselor :” Iya AH, sama-sama:-)”
Perasaan saya setelah pertemuan konseling:
Saya lega karena dugaan awal saya salah, dimana awalnya saya mengira bahwa AH tidak akan terbuka dengan saya. Akan tetapi hal itu terjadi sebaliknya, AH secara terbuka menceritakan masalahnya. Hal tersebut menyebabkan proses konseling berjalan dengan baik.
Hal yang saya temukan dari sesi ini:
Masalah AH dapat ditemukan jalan keluar, AH akan berbicara dengan orang tua dan mengajak untuk mengkonsultasikan rasa sakit yang ada dikepalanya kepada dokter. Siswa yang nampak pendiam dan tertutup ternyata dapat bersikap terbuka, kuncinya adalah membangun hubungan yang baik dengan siswa sehingga siswa merasa nyaman untuk bercerita tentang masalahnya.