Emosi adalah
perasaan yang kita alami baik kita seorang anak-anak, remaja, dewasa maupun
sebagai orang tua. Kita sering menyebut emosi hanya sebatas pada luapan marah
saja. Padahal emosi meliputi semua
perasaan seseorang yang terkena pengaruh, perasaan yang terpengaruh karena
adanya rangsangan yang ditangkap oleh indra disebut emosi. Perbedaan
rangsang yang diterima oleh indra menimbulkan emosi yang berbeda-beda pula.
Ada orang yang mudah terpengaruh oleh kesan yang diterima indra. Ada pula
orang yang tidak mudah terpengaruh oleh kesan yang diterima indra. Menurut
Heymans, mudah t idaknya perasaan seseorang terpengaruh oleh kesna-kesan
disebut emosionalitas (Sumadi Suryabrata, 1994, hlm.83.)
Emosionalitas merupakan salah satu kepribadian manusia. Berdasarkan
emosionalitasnya maka manusia dapat digolongkan menjadi dua tipe berikut:
1.Orang yang emosionalitasnya tinggi dan terpengaruh oleh kesan-kesan yang
diterima.
Orang yang mempunyai sifat
emosionalitasnya tinggi mempunyai sifat mudah marah, mudah tersinggung,
perhatian tidak mendalam, tidak suka menenggang-menenggan, pendiriannya kuat,
dan selalu ingin berkuasa.
2. Orang yang emosionalitasnya rendah
dan tidak mudah terpengaruh oleh kesan-kesan yang diterima. Orang yang
emosionalitasnya rendah mempunyai sifat berhati dingin, berhati-hati menentukan
pendapat, praktis, pandai menahan nafsu, suka tenggang-menenggang dan selalu
memberi kebebasan kepada orang lain.
Macam-macam emosi dan cara
Mengendalikannya
Perbedaan rangsang yang
diterima oleh indra memberikan pengaruh terhadap perasaan seseorang. Adanya
perbedaan pengaruh tersebut, menimbulkan emosi yang berbeda pula. Seperti orang
yang mengalami musibah menjadi sedih dan siswa yang naik kelas menjadi senang.
Macam-macam emosi berdasarkan pengaruh perangsang yang diterima oleh indra,
antara lain emosi marah, emosi sedih, emosi iri, emosi takut dan emosi cinta.
Berikut ini akan dijelaskan mengenai masing-masing emosi.
1. Emosi Marah
Seseorang yang marah terhadap orang lain
disebabkan ia menganggap bahwa orang itu bersalah terhadap dirinya. Orang yang
marah bisa menunjukkan tingkah laku yang agresif, mengganggu orang yang dikenai
marah, membanting barang, memukul orang yang dikenai marah. Orang yang pemarah
tidak disukai teman bahkan hidupnya menjadi tidak tenang.
Oleh karena itu, anda harus dapat mengendalikan emosi marah. Jika anda
dapat mengendalikan emosi marah anda akan mempunyai banyak teman. Sebaliknya
apabila anda tidak dapat mengendalikan emosi, anda dapat merugikan diri sendiri
ataupun orang lain yang dikenai marah. Ada beberapa hal dapat anda lakukan
untuk mengurangi dan mengendalikan emosi marah, antara lain sebagai berikut.
·
Jika
anda marah segeralah anda berpikir tentang akibat buruk (negatif) yang akan
terjadi.
·
Berusahalah
menghilangkan sebab-sebab yang menimbulkan kemarahan. Apabila yang menyebabkan
nada marah adalah orang lain maka segeralah untuk memaafkan orang tersebut.
2. Emosi Iri
Orang yang sering membandingakan dirinya dengan
keadaan orang lain. Jika dirinya rendah atau kurang dari orang yang
dibandingkan akan menimbulkan rasa iri. Emosi iri harus dapat dikendalikan dan
diekspresikan secara positif. Ekspresi iri yang positif akan menimbulkan gairah
usaha dan meningkatkan kerja secara positif untuk menyamai orang yang
dibandingkan tersebut. Jika anda ingin menyamai orang lain karena anda anggap
orang lain lebih dari anda, sebaiknya anda menempuh usaha yang positif dan
bukan usaha yang negatif.
3. Emosi sedih, susah, duka dan pilu
Semua orang yang mengalami musibah pasti merasa
sedih. Karena sedih, seseorang bisa menangis. Menangis adalah salah satu ekspresi
perasaan sedih. Ekspresi dari emosi sedih tidak hanya menangis. Orang yang
sedih dapat mengurung diri dikamar dan tidak mau bergaul dengan orang lain. Sebaiknya
anda mampu mengendalikan emosi sedih.Seseorang yang tidak dapat mengendalikan
emosi sedih biasanya mengekpresikan secara berlebih. Ekspresi sedih secara
berlebihan akan merugikan diri sendiri.
4. Emosi Takut
Ekspresi dari rasa takut dapat berupa lari menjauh dari objek penyebab
rasa takut. Rasa takut menyebabkan seseorang menghindari objek penyebab takut.
Orang takut pada sesuatu objek karena menganggap objek tersebut dapat
menyebabkan musibah. Perasaan takut yang berlebihan dapat menyebabkan pada gangguan
kejiwaan seseorang. Agar terhindar dari gannguan kejiwaan, anda harus
menggunakan akal sehat dalam menghadapi objek yang menakutkan.
5. Emosi Cinta
Salah atu contoh ekspresi cinta adalah kisah
remaja yang menjalin asmara. Rasa cinta
dua remaja yang berlainan jenis menyebabkan adanya rasa saelau ingin bertemu.
Pertemuan-pertemuan tersebut sebaiknya di isi dengan kegiatan-kegiatan yang
bermanfaat.
Cara Mengendalikan Emosi
Semua orang pasti pernah mengalami takut, sedih, cinta, iri, dan marah.
Jika anda pernah mengalami emosi-emosi seperti itu maka anada perlu
mengendalikan dan mengarahkannya secara positif. Ada beberapa cara yang dapat
anda lakukan untuk mengendalikan dan mengarahkan emosi secara positif. Antara
lain sebagai berikut:
·
Setiap
tindakan anda harus didasarkan pad akal sehat.
·
Berpikir
tentang akibat negatif yang mungkin terjadi.
·
Berusahalah
untuk memaafkan kesalahan orang lain.
Mari ciptakan
Emosi secara positif agar kita terhindar dari penyakit fisik maupun psikis:)
Datar Pustaka
- Albin, Rochelle Semmel. 1986. Emosi Bagaiman Mengenal Menerima dan Mengarahkan. Yoyakarta: Kanisius
- Mulyatiningsih, Rudi. 2004. Bimbingan Pribadi-sosial, belajar dan karier. Jakarta: PT.Gramedia Widyasarana Indonesia





Tidak ada komentar:
Posting Komentar